Hadiri Festival Pecunan 2026 Majalengka, Ateng Sutisna Dorong Gerakan Rawat Sungai Berkelanjutan

Bagikan Artikel:

WhatsApp
Telegram
Facebook
Twitter
Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS Dapil Jawa Barat IX, Ateng Sutisna (kedua dari kiri), menghadiri Festival Pecunan 2026 bertajuk “Rawat Ruwat Aliran Air” di Kabupaten Majalengka, Minggu (30/8/2026).

Majalengka, 30 Agustus 2026 – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS Dapil Jawa Barat IX, Ateng Sutisna, menghadiri Festival Pecunan 2026 bertajuk “Rawat Ruwat Aliran Air” di Kabupaten Majalengka, Minggu (30/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ateng mendorong gerakan menjaga sungai tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha.

Festival Pecunan 2026 berlangsung selama dua hari, 29–30 Agustus 2026, dengan rangkaian kegiatan yang memadukan budaya, pelestarian lingkungan, serta partisipasi masyarakat. Agenda tersebut antara lain diisi balap perahu tradisional, pentas budaya, gerakan “Ayo Muliakan Sungai”, hingga kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah dan pemulihan ekosistem perairan.

Ateng mengapresiasi pendekatan budaya dan kearifan lokal yang digunakan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga sungai. Menurutnya, persoalan sungai tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menyangkut pertanian, kesehatan, ketahanan pangan, serta kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya air.

“Menjaga sungai tidak cukup hanya dengan membersihkannya ketika sudah dipenuhi sampah. Yang harus dibangun adalah kesadaran bersama agar sungai tidak lagi menjadi tempat pembuangan. Sungai adalah sumber kehidupan yang harus kita rawat bersama,” ujar Ateng di sela kegiatan.

Salah satu agenda dalam Festival Pecunan 2026 adalah peresmian fasilitas pengolahan sampah di WPS Rentang yang memiliki kapasitas hingga 50 ton per hari. Fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung pengelolaan sampah dari desa-desa di sekitar bantaran saluran irigasi Cimanuk dan Sindupraja, khususnya di Kecamatan Jatitujuh, Ligung, dan Kertajati.

Ateng menilai keberadaan fasilitas tersebut menjadi langkah penting, terutama apabila dibarengi dengan penguatan pengelolaan sampah dari sumber dan keterlibatan masyarakat.

“Fasilitas pengolahan sampah sangat dibutuhkan, tetapi persoalan tidak akan selesai kalau sampah terus masuk ke saluran air. Karena itu, pengelolaan dari sumber, edukasi masyarakat, dan pengawasan harus berjalan bersama,” katanya.

Baca Juga  Hadiri Forum Konsultasi Publik di Subang, Ateng Sutisna Tegaskan ASN Harus Bebas dari Tekanan Politik

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan ikrar bersama masyarakat untuk mendukung Gerakan “Ayo Muliakan Sungai” serta kegiatan restocking sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem perairan.

Sebagai anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi lingkungan hidup, Ateng menilai bahwa gerakan seperti Festival Pecunan penting untuk mempertemukan kebijakan pemerintah dengan partisipasi langsung masyarakat.

Ia berharap semangat “Rawat Ruwat Aliran Air” dapat terus dikembangkan menjadi gerakan yang terukur dan berkelanjutan, khususnya dalam mengurangi sampah di sungai dan jaringan irigasi, menjaga kualitas air, serta meningkatkan kesadaran masyarakat di daerah aliran sungai.

“Bagi masyarakat Majalengka, air dan sungai memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kehidupan, terutama pertanian. Karena itu, menjaga sungai berarti menjaga lingkungan, menjaga sumber pangan, sekaligus menjaga masa depan masyarakat. Semangat seperti inilah yang perlu terus kita hidupkan,” pungkas Ateng.