Pringsewu, 19 September 2026 – Ketua Umum Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Ateng Sutisna menyambut dukungan dari Kabupaten Pringsewu untuk memperkuat pengembangan peternakan kambing dan domba di Provinsi Lampung. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat peternak, meningkatkan kualitas ternak, memperluas akses pasar, serta membangun ekosistem usaha peternakan yang lebih produktif.
Ateng menilai Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan peternakan kambing dan domba. Karena itu, penguatan struktur HPDKI di daerah harus berjalan beriringan dengan program konkret yang memberikan manfaat langsung kepada peternak.
“Dukungan dari Pringsewu tentu menjadi energi bagi kami untuk membawa HPDKI semakin dekat dengan peternak. Organisasi harus hadir bukan hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi melalui kerja sama yang memperkuat produksi, kualitas ternak, akses pasar, dan kesejahteraan peternak,” ujar Ateng.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pringsewu Hi. Riyanto Pamungkas juga mendorong sinergitas antara DPD HPDKI Provinsi Lampung dengan para pihak. Ateng menyambut komitmen tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara organisasi peternak, pemerintah daerah, dan pelaku usaha peternakan.
Menurut Ateng, kepemimpinan HPDKI di daerah perlu mampu menghubungkan kebutuhan peternak dengan pemerintah, pasar, pembiayaan, teknologi, serta berbagai mitra strategis lainnya.
“Kita ingin HPDKI Lampung menjadi rumah bersama bagi peternak. Pengurusnya harus mampu membaca kebutuhan di lapangan sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan usaha peternakan,” katanya.
Kolaborasi tersebut akan dilanjutkan dalam rangkaian Hari Tani Nasional di Kabupaten Pringsewu pada 24–25 Oktober 2026. Ateng dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus memberikan dukungan terhadap agenda pengembangan peternakan.
Salah satu rangkaian Hari Tani Nasional tersebut adalah lomba dan pameran kambing tingkat Provinsi Lampung. Sebagai Ketua Umum HPDKI, Ateng menyatakan kesiapan organisasi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, lomba dan pameran tidak semestinya berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi harus menjadi ruang promosi ternak unggul, pertukaran pengetahuan antarpelaku peternakan, penguatan jejaring, serta pembukaan akses pasar.
“Lomba dan pameran harus memberikan nilai tambah bagi peternak. Kita ingin ternak unggul mendapatkan apresiasi, peternak bertemu dengan pasar, pengetahuan berkembang, dan potensi kambing-domba Lampung semakin dikenal luas,” ujar Ateng.
Ia berharap momentum Hari Tani Nasional di Pringsewu juga dapat dimanfaatkan untuk memetakan potensi peternakan kambing dan domba di Lampung, mulai dari sentra produksi, bibit unggul, kapasitas peternak, hingga peluang pengembangan pasar.
“HPDKI siap mendukung Hari Tani di Pringsewu dan pengembangan kambing-domba di Lampung. Setiap kolaborasi harus bermuara pada peternak yang semakin produktif, memiliki pasar yang lebih luas, dan memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik dari usaha ternaknya,” pungkas Ateng.











