Jakarta, 1 Juli 2026 – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS Ateng Sutisna mengapresiasi undangan yang disampaikan Ikatan Motor Indonesia (IMI) kepada seluruh Anggota Komisi XII DPR RI untuk menghadiri IMI Awards 2026. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada insan otomotif yang telah mengharumkan nama bangsa sekaligus momentum memperkuat sinergi antara dunia otomotif dan para pemangku kebijakan.
Ateng menilai undangan tersebut memiliki makna tersendiri karena Ketua Umum IMI, Moreno Soeprapto, juga merupakan Anggota Komisi XII DPR RI. Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam memajukan olahraga otomotif nasional, pembinaan atlet, serta pengembangan industri otomotif Indonesia.
“Selamat kepada Ikatan Motor Indonesia yang telah memasuki usia ke-120 tahun. Ini merupakan perjalanan panjang yang menunjukkan konsistensi IMI dalam membina olahraga otomotif nasional dan melahirkan atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia,” ujar Ateng.
Ateng menjelaskan, IMI memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada 27 Maret 1906 dengan nama Javasche Motor Club (JMC) di Semarang. Setelah Indonesia merdeka, organisasi tersebut berubah menjadi Indonesische Motor Club (IMC), sebelum resmi menjadi Ikatan Motor Indonesia (IMI) pada 1950. Selama periode 1950 hingga 1975, kepemimpinan IMI dijabat secara ex-officio oleh Menteri Perhubungan, sebelum memasuki era modern pada 1991 ketika Ketua Umum dipilih langsung dari kalangan insan otomotif.
Menurut Ateng, perjalanan panjang IMI tidak lepas dari kontribusi tokoh-tokoh besar yang mewarnai sejarah otomotif Indonesia. Ia menyebut nama Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) yang memimpin IMI pada periode 1991–1995 dan mendorong modernisasi olahraga otomotif nasional. Selain itu, ada Tinton Soeprapto, pembalap legendaris Indonesia yang berperan besar dalam pembangunan dan pengembangan Sirkuit Internasional Sentul, serta hingga kini tetap aktif sebagai Badan Pembina IMI. Kepemimpinan kini diteruskan oleh Moreno Soeprapto, mantan pembalap nasional yang fokus memperkuat pembinaan atlet muda dan regenerasi olahraga otomotif Indonesia.
Ateng juga mengapresiasi berbagai prestasi yang telah ditorehkan IMI dalam mengantarkan pembalap Indonesia menembus ajang balap internasional. Menurutnya, keberhasilan tersebut harus menjadi motivasi agar Indonesia kembali mampu melahirkan pembalap yang dapat bersaing hingga level tertinggi, termasuk Formula 1.
“Kita tentu berharap IMI terus memperkuat pembinaan sejak usia dini agar semakin banyak pembalap Indonesia yang mampu menembus kejuaraan dunia. Bukan tidak mungkin, suatu saat Indonesia kembali memiliki pembalap yang tampil di Formula 1 dan mengibarkan Merah Putih di panggung balap paling bergengsi,” kata Ateng.
Lebih jauh, Ateng berharap IMI juga mengambil peran lebih besar dalam membina para remaja yang selama ini terlibat balap liar. Menurutnya, fenomena tersebut tidak cukup diatasi hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan pendekatan pembinaan yang mampu mengubah hobi menjadi prestasi.
“Anak-anak yang gemar balap sejatinya memiliki keberanian, keterampilan, dan semangat berkompetisi. Persoalannya, mereka sering kali tidak memiliki wadah yang legal dan terjangkau. Jika IMI bersama pemerintah daerah, kepolisian, dan komunitas otomotif dapat menghadirkan ruang pembinaan yang baik, mereka berpotensi menjadi atlet berprestasi, bukan lagi menjadi pelaku balap liar yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.
Ateng menambahkan, balap liar kerap berulang karena dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebutuhan aktualisasi diri, minimnya fasilitas balap resmi, hingga adanya praktik taruhan yang melibatkan pihak-pihak tertentu. Karena itu, ia mendorong agar pembinaan dilakukan secara komprehensif melalui penyediaan sirkuit yang terjangkau, penyelenggaraan kompetisi resmi secara rutin, edukasi kepada generasi muda, serta penindakan tegas terhadap praktik perjudian yang menjadi pemicu balap liar.
“Kalau hobi mereka diarahkan ke jalur yang benar, dibina secara profesional, diberikan kesempatan berkompetisi, saya optimistis kita bukan hanya mampu mengurangi balap liar, tetapi juga melahirkan juara-juara baru yang membanggakan Indonesia di masa depan,” tutup Ateng.









