Tangerang, 18 September 2026 – Ateng Sutisna terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) periode 2026–2031 melalui pemungutan suara dalam Musyawarah Nasional (Munas) HPDKI di ICE BSD, Tangerang. Usai terpilih, Ateng mengajak seluruh kandidat dan elemen organisasi kembali bersatu untuk bekerja bersama memajukan peternakan domba dan kambing serta meningkatkan kesejahteraan peternak.
Dalam pemilihan tersebut, ia memperoleh suara tertinggi dari tiga kandidat yang mengikuti kontestasi, yakni H. Ateng Sutisna, drh. Ajat Sudrajat, MA., dan Dr. Taufan Hidayat, MMRS. Berdasarkan hasil pemilihan, Ateng ditetapkan sebagai Ketua HPDKI periode 2026–2031, didampingi drh. Ajat Sudrajat sebagai Ketua I dan Dr. Taufan Hidayat sebagai Ketua II.
Usai ditetapkan sebagai ketua, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Munas yang telah menjalankan seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan memberikan kepercayaan serta hak suaranya dalam proses pemilihan kepengurusan HPDKI periode mendatang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta Munas yang telah memberikan dan menggunakan hak suaranya dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, proses pemilihan yang telah dilalui merupakan bagian penting dalam perjalanan organisasi. Karena itu, hasil Munas harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh anggota HPDKI dan membangun organisasi secara bersama-sama.
Ia juga memberikan apresiasi kepada ketua dan kepengurusan HPDKI sebelumnya yang dinilainya telah meletakkan fondasi penting bagi perkembangan organisasi serta dunia usaha peternakan domba dan kambing di Indonesia.
“Terima kasih juga kepada pengurus sebelumnya yang telah membangun fondasi dan hasil-hasil yang baik akan kami bertiga lanjutkan,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan HPDKI ke depan tidak akan berdiri sendiri. Terpilihnya dirinya bersama drh. Ajat Sudrajat dan Dr. Taufan Hidayat akan menjadi dasar untuk membangun kerja kolektif dalam melanjutkan berbagai hal baik yang telah dilakukan kepengurusan sebelumnya sekaligus menjawab tantangan yang dihadapi para peternak dan pengusaha domba kambing.
Baginya, HPDKI memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem usaha domba dan kambing di Indonesia. Organisasi tidak hanya menjadi wadah bagi para pengusaha, tetapi juga perlu hadir untuk memperjuangkan pengembangan usaha peternakan yang pada akhirnya memberikan manfaat lebih besar bagi para peternak di berbagai daerah.
Karena itu, ia berharap dukungan dari seluruh anggota dan pemangku kepentingan dapat terus diberikan agar HPDKI mampu menjalankan amanah hasil Munas dengan baik. Kebersamaan antara pengurus, pengusaha, peternak, serta berbagai pihak yang terkait dengan sektor domba dan kambing menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemajuan peternakan nasional.
Ia juga menyampaikan permohonan doa restu kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para peternak domba dan kambing, agar kepengurusan HPDKI periode 2026–2031 dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
Ia berharap kepemimpinan bersama yang baru terbentuk dapat menjadi bagian dari perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak domba dan kambing di seluruh Indonesia.
“Mohon doa dan restu dari seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para peternak domba dan kambing. Mari kita berjuang agar usaha peternakan domba dan kambing semakin maju dan kesejahteraan dapat terus meningkat,” pungkasnya.









